IB Serentak Se- Kalimantan Utara

IB Serentak Se- Kalimantan Utara

Tideng Pale- (Sipedet News)- Dalam rangka  mensukseskan UPSUS SIWAB tahun 2018 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara menyelenggarakan IB serentak. Pelaksanaan IB serentak tersebut di lakukan pada seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara pada tanggal 27-29 Maret 2018 yang di dampingi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara, Tim dari Puslitbangnak Bogor dan Loka Penelitian Sapi Potong (LOLIT) Grati, Pasuruhan Jawa Timur. Menurut  salah satu tim dari Puslitbangnak Dr. Sutiastuti Wahyuwardani, M.Si kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran peternak yang bertujuan untuk mempercepat pencapaian target Upsus Siwab Provinsi Kalimantan Utara dan sebagai proses diseminasi teknologi Upsus Siwab kepada peternak, meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap peternak dalam penerapan teknologi Upsus Siwab.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ikhtaful Maskur menyampaikan bahwa sebelum dilaksanakan IB serentak petugas Kabupaten telah melakukan gertak Birahi pada calon akseptor di beberapa Desa agar pada saat pelaksanaan IB serentak ada yang bisa di IB, karena di Kabupaten Tana Tidung kegiatan IB masih IB Introduksi. Target Upsus Siwab Kabupaten Tana Tidung Tahun 2018 yakni 250 ekor (target pusat 200 ekor dan target IB APBD Provinsi 50 ekor). Rincian target IB pusat sebanyak 200 ekor (150 IB Introduktif (suntik hormon) dan 50 IB Intensif (birahi alam). Realisasi IB Intensif Kab Tana Tidung sampai bulan ke 3 Tahun 2018 sudah dicapai sebanyak 63 ekor dengan kelahiran sebanyak 34 ekor (data : Gunawan 2, Tengku Dacing 6) asumsi bahwa ternak betina yang di IB merupakan ternak yang mengalami estrus alami tanpa penyuntikan hormon lanjut Ikhtaful. Sedangkan pada kegiatan IB serentak ini selama 3 hari pelaksanaan sebanyak 5 ekor. Gertak Birahi dilaksanakan pada ternak yang berada di luar kandang dimana pemeliharaannya umbaran atau ekstensif dengan kondisi BCS yang bervariatif sehingga menyebabkan timbulnya ternak estrus yang bervariatif. Pemberian pejantan pada miniranch tersebut memungkinkan betina yang birahi dapat dikawini langsung oleh pejantan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir keterlambatan petugas mencapai lokasi untuk IB karena lokasi yang jauh antar satu peternak dengan yang lain.

Beberapa faktor penentu keberhasilan IB yang telah disampaikan oleh Ir. Mariono, M.Si (Lolit Sapi Potong)  antara lain Kondisi sapi (BCS 3-4), waktu pelaksanaan IB (pelayanan IB terbaik pukul 18.00 – 04.00 WIB karena sapi Bali birahi pada malam hari dengan Prosentase 63% - 70%), volume IB dilakukan double dosis karena lokasi pelayanan petugas antar lokasi ternak jauh serta penyimpanan straw yang baik akan menjaga kualitas semen tetap bagus. Di Kabupaten Tana Tidung secara kuantitas dan kualitas hijauan pakan ternak cukup tersdia sehingga tidak ada alasan sapinya mempunyai BCS dibawah 3, yang perlu diperhatikan oleh peternak adalah kuantitas pakan harus cukup sehingga produksi dan produktifitas ternaknya meningkat, imbuh Mariono mengahiri wawancaranya. Admin